PESAN DAN KESAN UMS

Haaai nama saya Amrih Setyo Noor Atika , saya seorang mahasiswa PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di salah satu Universitas swasta terbesar di daerah Surakarta. Alasan saya memilih jurusan PGSD sangat simple yaitu karena keinginan orang tua. Selama di PGSD awalnya memang masih terasa gak betah seperti kebanyakan orang-orang yang kuliah milih jurusannya atas dasar keinginan orang tua tapi lama kelamaan sudah terbiasa dan betah banget karena salah satunya sudah punya temen super deket yang tiap hari kemana-mana bareng. Awalnya memang sempat gak mau kuliah di Universitas tersebut apalagi di jurusan PGSD karena memang bukan keinginan sendiri, akan tetapi karena ingat orang tua yang begitu ingin melihat anaknya kuliah di jurusan PGSD dan menjadi Guru SD suatu saat nanti jadi saya akhirnya menuruti keinginan orang tua dengan memilih jurusan tersebut. Bukan hanya itu alasan saya memilih jurusan tersebut, akan tetapi yang membuat luluh hati saya adalah akreditasi jurusan saya. Dengan akreditasi A, semoga bisa menjadi sebuah kemudahan untuk saya mencari kerja menjadi Guru SD. Universitasnya pun juga sangat recomend banget karena tahun ini mendapat peringkat no 9 Universitas swasta terbaik se Indonesia.:) 🙂

Kekerasan Terhadap Anak

Baru-baru ini Indonesia tengah dikejutkan dengan berita kekerasan terhadap anak dibawah umur. tindak kekerasan tersebut meliputi kekerasan fisik, dll. akan tetapi tahun ini tindak kekerasan terbanyak adalah kekerasan seksual. kekerasan tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan psikologisnya karena korban tangah merasakan malu akan perbuatan tersangka. pemerintah kini tengah berusaha dengan semaksimal mungkin untuk memberantas tindak kekerasan seksual dengan cara hukuman kebiri. banyak orang yang berpendapat setuju dan tidak setuju. komentar tidak setuju datang dari drg Untung di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016) “Kalau tambahan hukuman Kebiri kimia itu nggak seberat hukuman mati atau seumur hidup. Hukuman yang bagus itu kalau hukuman benar-benar bisamenjamin mereka mengubah perilaku dan pikiran”. menurut saya hukuman kebiri bisa jadi juga berpengaruh terhadap kehesatan jiwanya, akan tetapi itu belum seberapa dengan yang dialami korban.

Sahabat Baru

Namaku Siena, hari ini hari pertama aku masuk sekolah. awalnya sedikit takut karena aku orangnya pemalu dan belum punya teman di sekolahku yang sekarang. Hari ini satu persatu harus maju memperkenalkan diri di depan kelas, dengan suara lirih aku memperkenalkan namaku “hai teman teman namaku Siena” kataku. secara bergantian teman-teman satu persatu maju di depan kelas. setelah selesai akhirnya jam istirahat pun tiba. waktu itu aku membawa bekal dari rumah, aku mengajak teman sebangku ku yang bernama Fidyah. ternyata dia awalnya juga pemalu sepertiku tapi lama kelamaan aku sudah terbiasa bercanda dengan Fidyah. menyenangkan rasanya sekolah disekolah baru dengan teman baru dan suasana baru. aku jadi punya banyak teman dan salah satunya Fidyah, dia sahabatku karena dia sangat baik dan mau menjadi temanku selama kita menjadi siswa baru di sekolah ini.

PINDAH

Jangan…

Biarkan tetap gulita

Jangan pergi dulu

Aku belum siap kehilanganmu

Jangan…

Biarkan tetap gulita

Disini aku akan menerangimu

Supaya bisa kudekap erat dirimu dari belakang

Tanpa kaurisaukan siapa dan mengapa

Jangan…

Masih ada dada yang ingin memelukmu hangat

Ia belum ingin ditinggal sepi

Jangan dulu pindah…

Masih ada dada ini yang siap membasuh punggung sepimu…

Berhematlah

Hidup ini bukan hanya untuk menuruti keinginan

Yang benar adalah untuk mencukupi kebutuhan

Penuhi yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan

“rasakan bedanya”

PENDIDIKAN

Fungsi Pendidikan

thMenurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes). Mempersiapkan  anggota masyarakt untuk mencari nafkah, fungsi laten lembaga sebagai wadah pendidikan, melalui pendidikan di sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan danya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Memilih dan mengajarkan peranan sosila.